Sinergi Akademisi dan Pemerintah Daerah: Akselerasi Produk Unggulan Daerah Melalui Inovasi Teknologi dan Launching Gemilang Award 2026
MALANG — Universitas Negeri Malang (UM) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat daya saing daerah melalui hilirisasi riset dan teknologi tepat guna. Hal ini tercermin dalam kegiatan Sosialisasi Pengembangan Produk Unggulan Daerah dan Teknologi Masyarakat Melalui Inovasi serta Launching Gema Inovasi Kabupaten Malang dalam Harmoni (Gemilang Award) Tahun 2026 yang dihelat di Pendopo Agung Kabupaten Malang pada Kamis, 30 April 2026. Acara strategis yang dimulai pukul 08.30 WIB ini sukses menarik perhatian kurang lebih 100 peserta, yang hadir dari berbagai lintas instansi, perangkat daerah, serta elemen masyarakat se-Malang Raya. Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama yang kompeten di bidangnya, yakni Prof. Dr. Muhammad Alfian Mizar, M.P., seorang Guru Besar Universitas Negeri Malang. Penunjukan penugasan ini dikoordinasikan langsung di bawah Direktorat Inovasi UM melalui arahan Direktur Inovasi, Prof. Dr. Nandang Mufti, S.Si., M.T. Kehadiran akademisi senior ini membawa angin segar bagi para pemangku kepentingan di daerah untuk melihat bagaimana riset perguruan tinggi dapat ditransformasikan secara nyata menjadi solusi atas berbagai tantangan teknologi kemasyarakatan.

Dalam pemaparannya, substansi utama acara menyoroti pentingnya kolaborasi pentahelix—antara akademisi, pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan media—dalam mengoptimalkan potensi lokal. Sosialisasi ini tidak hanya berfokus pada strategi pengembangan produk unggulan daerah, tetapi juga menandai tonggak sejarah baru melalui peluncuran Gemilang Award 2026. Ajang bergengsi ini dirancang sebagai wadah apresiasi sekaligus stimulus bagi inovator lokal, akademisi, dan masyarakat luas untuk terus menghasilkan karya inovatif yang berdampak langsung pada kemandirian ekonomi dan teknologi di Malang Raya.Suasana interaktif tampak mendominasi jalannya acara ketika para peserta dari berbagai instansi antusias berdiskusi mengenai implementasi teknologi tepat guna di lapangan. Melalui momentum ini, Universitas Negeri Malang berharap jalinan kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Malang dan instansi terkait semakin erat, sehingga hilirisasi inovasi tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar membumi dan memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat. (CK)



