Tantangan terbesar dari riset perguruan tinggi adalah bagaimana agar inovasi yang dihasilkan tidak berakhir begitu saja sebagai dokumen akademik di rak perpustakaan atau sekadar pajangan prototipe di laboratorium. Bergerak cepat memutus rantai tersebut, Direktorat Inovasi Universitas Negeri Malang (UM) melakukan langkah nyata dengan turun langsung ke ekosistem industri penunjang teknologi masa depan. Langkah strategis ini ditunjukkan melalui kunjungan kerja yang dilakukan oleh Kepala Divisi Pusat Unggulan IPTEKS (PUI) Direktorat Inovasi UM, Dr. Citra Kurniawan, S.T., M.M., ke PT Batex Energi Mandiri. Menariknya, PT Batex Energi Mandiri sendiri merupakan sebuah perusahaan startup inovatif yang tumbuh sebagai mitra strategis dari PUI Teknologi Penyimpanan Energi Listrik Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Kunjungan lintas institusi dan industri ini bertujuan untuk meninjau secara langsung sejauh mana proses hilirisasi produk riset, khususnya di bidang energi terbarukan dan penyimpanan energi, dapat diimplementasikan secara optimal.

Fokus utama dari penguatan ini diarahkan secara khusus untuk membangun jembatan yang kokoh antara dunia akademik, startup berbasis riset, dan sektor manufaktur. Dr. Citra Kurniawan menegaskan bahwa Direktorat Inovasi UM berkomitmen penuh untuk mengawal hasil riset para dosen dan peneliti agar bertransformasi menjadi produk nyata yang siap diadopsi pasar. Kampus ingin memastikan bahwa inovasi yang lahir dari laboratorium tidak mandek di level teori, melainkan mampu masuk ke jalur produksi massal yang nyata dan diadopsi secara luas oleh dunia industri serta masyarakat. Melalui penjajakan dan peninjauan langsung ke lini produksi startup seperti PT Batex Energi Mandiri, Divisi PUI Direktorat Inovasi UM dapat memetakan adaptasi teknologi, standardisasi industri, serta model hilirisasi sukses yang telah diterapkan oleh PUI TPEL UNS untuk diadopsi dalam penguatan ekosistem inovasi di lingkungan UM.

Pada akhirnya, hilirisasi riset bukan sekadar tentang komersialisasi produk, melainkan tentang perluasan manfaat nyata bagi ketahanan teknologi nasional. Ketika sebuah inovasi akademis berhasil menembus batas industri, dikelola oleh startup yang kompeten, dan diserap oleh pasar, masyarakatlah yang akan merasakan dampak langsungnya melalui efisiensi teknologi dan kemandirian energi. Melalui langkah kolaboratif dan konsisten ini, Universitas Negeri Malang terus memantapkan posisinya bukan hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai motor penggerak inovasi bangsa yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan industri, sinergi antar-perguruan tinggi, dan kesejahteraan masyarakat luas(CK).