
Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Microcredential Training bersama De Montfort University, Leicester, UK yang diselenggarakan oleh Direktorat Inovasi Universitas Negeri Malang (UM) tidak hanya menjadi forum pengembangan kerja sama internasional, tetapi juga sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas, inovasi industri, dan pembangunan berkelanjutan. Kegiatan diawali dengan pertemuan antara Dr. Hafiz Ali dengan Prof. Dr. Markus Diantoro selaku Wakil Rektor III Universitas Negeri Malang untuk membahas penguatan kolaborasi internasional dalam pengembangan inovasi berbasis teknologi manufaktur digital. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal penjajakan kerja sama strategis antara Universitas Negeri Malang dan De Montfort University dalam bidang pendidikan, penelitian, dan teknologi 3D Printing.
Kegiatan ini dikoordinasi oleh Dr. Citra Kurniawan selaku Kepala Divisi Pusat Unggulan IPTEKS Disruptive Learning Innovation (DLI) pada Direktorat Inovasi UM, bersama Dr. Muhibuddin Fadhli sebagai kolega penghubung Universitas Negeri Malang untuk De Montfort University, Leicester, UK. FGD berlangsung pada Senin, 25 Mei 2026 pukul 08.00–13.00 WIB di Ruang Rapat Grarek Lantai 3 UM dan dihadiri oleh perwakilan dari TIm Drone UM yang diwakili oleh Andika Bagus Nur Rahma Putra, S.Pd., M.Pd., Tim Inbistek yang diwakili oleh Dr. Hasan Ismail selaku ketua INBISTEK, Kepala Pusat Sains dan Rekayasa (PSR) Eli Hendrik Sanjaya, S.Si, M.Si, PhD., Dosen dari Fakultas Teknik UM yang diwakili oleh Ahmad Atif Fikri, S.T., M.Eng., Ph.D , Fakultas Vokasi UM yang diwakili oleh Muhammad Ilman Nur Sasongko, S.Pd., M.T. , dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UM oleh Dr. Samsul Hidayat, S.Si, M.T . Forum ini membahas rencana pengembangan program microcredential di bidang 3D Printing dan additive manufacturing guna memperkuat kompetensi sumber daya manusia di bidang manufaktur digital yang adaptif terhadap kebutuhan industri masa depan.

Dalam pemaparannya, Dr. Hafiz Ali menjelaskan bahwa teknologi additive manufacturing atau 3D printing saat ini berkembang pesat dan dimanfaatkan pada berbagai sektor strategis seperti aerospace, otomotif, kesehatan, biomedical, hingga pendidikan. Teknologi ini memungkinkan proses manufaktur berbasis desain digital dengan tingkat presisi tinggi, efisiensi material, serta mendukung pengembangan produk yang lebih inovatif dan berkelanjutan. Pembahasan ini sejalan dengan SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui penguatan inovasi teknologi dan pengembangan industri berbasis riset.
Selain itu, pengembangan microcredential yang dibahas dalam FGD juga mendukung SDG 4 (Quality Education), terutama dalam menyediakan akses pembelajaran berbasis kompetensi dan teknologi mutakhir bagi mahasiswa maupun tenaga profesional. Program microcredential dirancang tidak hanya berfokus pada pengoperasian perangkat 3D printing, tetapi juga mencakup desain produk, topology optimization, pengembangan lattice structures, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dalam rekayasa material dan manufaktur modern.
FGD juga menyoroti konsep sustainable additive manufacturing yang menjadi fokus riset di De Montfort University. Teknologi 3D printing dinilai mampu mendukung pengurangan limbah produksi, efisiensi penggunaan material, pemanfaatan bahan biodegradable dan material daur ulang, serta pengembangan sistem manufaktur yang lebih ramah lingkungan. Pembahasan ini memiliki keterkaitan kuat dengan SDG 12 (Responsible Consumption and Production) serta SDG 13 (Climate Action) melalui penerapan inovasi teknologi yang mendukung keberlanjutan lingkungan dan efisiensi sumber daya.
Setelah kegiatan FGD selesai, Dr. Hafiz Ali melanjutkan kunjungan ke Gedung Inbistek UM, Fakultas Teknik UM, dan Fakultas Vokasi UM untuk meninjau secara langsung kesiapan fasilitas dan perangkat 3D Printing yang akan mendukung implementasi program microcredential tersebut. Kunjungan ini menjadi bagian penting dalam penguatan ekosistem inovasi dan kolaborasi internasional berbasis teknologi manufaktur digital di lingkungan Universitas Negeri Malang (CK).




