MALANG – Lobi Graha Rektorat Universitas Negeri Malang (UM) bertransformasi menjadi pusat perhatian teknologi dan riset selama tiga hari, tepatnya pada 6–8 Mei 2026. Dalam rangkaian perhelatan internasional bertajuk “AFRASIA 2026: Programme Validation and Stakeholder Strategic Engagement Workshop”, Direktorat Inovasi UM bersama LPPM dan beberapa Fakultas di UM melalui Pameran Riset dan Inovasi yang menampilkan deretan produk teknologi mutakhir hasil karya Civitas Akademika terbaik kampus UM.

Direktorat Inovasi menghadirkan spektrum inovasi yang luas, mulai dari solusi kecerdasan buatan hingga energi terbarukan. Para pengunjung disuguhi berbagai produk unggulan seperti Talent Finder, UM SCoLAR, Happiness Index, hingga teknologi fisik yang impresif seperti Drone Tempur, SPKLU Hybrid 11Kw, dan PJU Hybrid. Kehadiran produk-produk ini mencerminkan keseriusan UM dalam menjawab tantangan global melalui riset yang aplikatif. Selain itu Produk-Produk yang ditampilkan sangat banyak lagi terutama dari hasil hilirisasi riset 2025, LPPM dan Fakultas di UM.

Momentum pameran semakin istimewa dengan kehadiran tokoh-tokoh penting dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Pada hari pertama, Dr. M. Fauzan Adziman, S.T., M.Eng. selaku Dirjen Risbang, meninjau langsung stand pameran. Beliau memberikan perhatian khusus pada pengembangan Drone Tempur dan menekankan pesan krusial mengenai hilirisasi. Menurutnya, proses transformasi riset menjadi produk inovasi yang memiliki keunggulan kompetitif adalah kunci agar hasil penelitian memberikan kebermanfaatan nyata bagi bangsa.

Dukungan serupa juga datang dari Prof. Yos Sunitiyoso, S.T., M.Eng., Ph.D., Direktur Hilirisasi dan Kemitraan Kemdiktisaintek, yang hadir pada hari penutup, 8 Mei 2026. Beliau mengapresiasi keberlanjutan riset UM, khususnya produk-produk hasil hilirisasi tahun 2025 yang kini telah mencapai tahap pematangan. Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Inovasi UM, Prof. Dr. Nandang Mufti, S.Si, M.T., menegaskan komitmen institusi untuk terus memperkuat posisi produk hilirisasi agar dapat diadopsi dan dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.

Keberhasilan acara yang berjalan lancar dan penuh antusiasme ini dikoordinasikan oleh Eli Hendrik Sanjaya, Ph.D. (Kepala Pusat Sains dan Rekayasa (PSR)) dan Dr. Citra Kurniawan, S.T., M.M. (Kepala Divisi PUI DLI) selaku koordinator kegiatan, sepakat bahwa AFRASIA 2026 merupakan momentum kebangkitan bagi ekosistem riset di Universitas Negeri Malang. Dengan dukungan teknis yang solid dari Mochammad Tri Herwanto, M.Pd., Gr., pameran ini berhasil membuktikan bahwa inovasi bukan sekadar wacana, melainkan manifestasi nyata dari semangat transformasi UM menuju panggung dunia.

Sebagai pengamat sekaligus pengguna yang mengikuti perkembangan ini, saya melihat bahwa langkah Direktorat Inovasi UM dalam memamerkan produk-produk tersebut sangat tepat sasaran. Melihat antusiasme pengunjung dari berbagai negara, muncul optimisme besar bahwa produk seperti SPKLU Hybrid , dan Talent FInder akan menjadi standar baru dalam integrasi teknologi di masyarakat. Kesan profesionalisme yang ditampilkan UM dalam pameran ini benar-benar mempertegas bahwa kualitas riset lokal kita siap bersaing di level internasional (CK).