Malang, 30 April 2026 – Direktorat Inovasi Universitas Negeri Malang (UM) terus memperkuat ekosistem kewirausahaan kampus yang selaras dengan agenda global. Hal ini dibuktikan melalui penyelenggaraan “Workshop Marketing Produk Tenant/Start-Up yang Prospektif Komersial” yang berlangsung di Aula Lantai 9 Gedung Kuliah Bersama (GKB) A 20. Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan bisnis biasa, melainkan sebuah langkah konkret UM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada tujuan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan penguatan inovasi nasional. K

Sepanjang acara yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB ini, fokus utama tertuju pada bagaimana produk inovasi dapat memiliki nilai komersial yang stabil. Dengan menghadirkan Erik Dwi Pambudi, S.E., MSA., AK. C.R.B.C sebagai pemateri utama, para peserta diajak untuk melihat pemasaran sebagai jembatan menuju keberlanjutan usaha. Langkah ini secara langsung berkontribusi pada SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan menciptakan peluang bagi start-up lokal untuk berkembang menjadi entitas bisnis yang mampu menyerap tenaga kerja dan menggerakkan roda ekonomi daerah. Kegiatan ini dibuka oleh Prof. Dr. Nandang Mufti, S.Si, M.T. selaku Kepala Direktorat Inovasi Universitas Negeri Malang. Dalam paparannya saat membuka acara, “Perlu pentingnya tindaklanjut komersialisasi hasil produk startup untuk mempercepat hilirisasi produk”. Pernyataan tersebut didukung juga oleh ketua INBISTEK , Hasan Ismail, S.Pd., M.Sc., Ph.D yang memberikan dukungan terus untuk penyelesaian hilirisasi produk. Kegiatan ini dihadiri sebanyak 140 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan dosen.
Selain itu, workshop ini menjadi perwujudan dari SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Melalui bimbingan intensif dari konsultan bisnis, para tenant binaan Direktorat Inovasi UM didorong untuk meningkatkan kapasitas riset dan pengembangan mereka ke arah yang lebih aplikatif. Erik Pambudi menekankan bahwa inovasi yang berkelanjutan harus didukung oleh manajemen pemasaran yang tangguh agar hasil-hasil riset universitas tidak hanya menjadi dokumen akademik, tetapi bertransformasi menjadi produk industri yang menjawab kebutuhan masyarakat luas.
Di sisi lain, kolaborasi antara Direktorat Inovasi, konsultan profesional, dan para pelaku usaha rintisan ini mencerminkan semangat SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Direktorat Inovasi UM memfasilitasi sinergi antara kepakaran praktisi dengan potensi kreatif mahasiswa dan dosen untuk membangun ekosistem inovasi yang suportif. Peserta tidak hanya diajarkan cara menjual, tetapi juga cara membangun jejaring bisnis yang etis dan berkelanjutan.
Kegiatan yang berakhir pada sore hari ini meninggalkan pesan kuat bagi seluruh peserta: bahwa menjadi inovator berarti harus siap menjadi penggerak ekonomi. Dengan visi yang selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan global, Direktorat Inovasi Universitas Negeri Malang berkomitmen untuk terus mendampingi para inovator muda hingga produk mereka benar-benar siap bersaing di pasar global, memberikan dampak ekonomi yang nyata, dan berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat di masa depan.






