Malang, 10 Juli 2024 – Universitas Negeri Malang (UM) menyelenggarakan “Workshop Pengembangan Hilirisasi Produk Education Technology untuk Mahasiswa,Tendik,dan Dosen Berpotensi Komersialisasi” pada hari Rabu, 10 Juli 2024. Bertempat di Hotel Grand Mercure Mirama, Jl.Raden Panji Suroso No.7 Purwodadi, Kec. Blimbing Kota Malang, acara ini dihadiri oleh sekitar 231 peserta yang terdiri dari Mahasiswa, Tendik, dan Dosen Universitas Negeri Malang. Workshop ini dibuka dengan penuh antusias oleh Prof. Dr. Ahmad Munjin Nasih, S.Pd, M.Ag., selaku Wakil Rektor III UM. Dalam sambutannya yang inspiratif, beliau menekankan pentingnya hilirisasi produk EdTech sebagai kunci untuk membuka gerbang kemajuan pendidikan Indonesia. “Hilirisasi produk EdTech bukan sekadar menghasilkan produk yang laku di pasaran, tetapi tentang bagaimana produk tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan membawa perubahan positif bagi dunia pendidikan,” tandasnya.

Semangat kolaboratif dan optimisme mewarnai atmosfer workshop ini. Para peserta disuguhkan dengan wawasan berharga dari dua pembicara ternama di bidang EdTech, yaitu Y. Agung Trimanto, National Segment Manager Goverment PT. Kawan Lama Sejahtera, dan Agus Muhamad Hatta, S.T., M.SI., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerjasama, dan Kealumnian, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
Y. Agung Trimanto dalam materinya yang berjudul “Hilirisasi Inovasi Education Technology dalam Memperluas Jaringan dan Meningkatkan Keunggulan Kompetitif”, membuka mata para peserta tentang strategi jitu dalam hilirisasi produk EdTech. Beliau menekankan bahwa kunci utama terletak pada kombinasi apik antara inovasi teknologi dan strategi pemasaran dan pengembangan bisnis yang tepat. “Hilirisasi produk EdTech bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang bagaimana kita membangun jaringan dan memanfaatkannya untuk memasarkan produk dengan efektif,” jelasnya.
Agus Muhamad Hatta dalam paparannya yang berjudul “Strategi, Trend, dan Peluang Hilirisasi Produk Education Technology”, memberikan gambaran realistis tentang lanskap EdTech di Indonesia. Beliau menyingkap berbagai tantangan yang dihadapi, seperti keterbatasan pendanaan, infrastruktur yang belum memadai, dan kurangnya sumber daya manusia terampil. Namun, di tengah tantangan tersebut, beliau memancarkan optimisme tentang peluang besar yang terbuka lebar. “Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk mengembangkan industri EdTech, mengingat jumlah penduduk muda yang besar dan tingginya permintaan akan pendidikan berkualitas,” tegasnya.

Para peserta mengikuti workshop ini dengan penuh antusiasme. Mereka tak segan-segan mengajukan pertanyaan dan berdiskusi dengan para pembicara, menggali lebih dalam tentang strategi hilirisasi produk EdTech yang efektif. Interaksi yang dinamis ini menghasilkan pertukaran ide yang bermanfaat dan membuka jalan bagi kolaborasi di masa depan.
Workshop ini ditutup dengan penuh semangat oleh Prof. Dr. Nandang Mufti, S.Si, M.T., selaku Direktur Inovasi UM. Beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan workshop ini serta kepada para peserta yang telah menunjukkan antusiasme dan dedikasi yang luar biasa. “Workshop ini merupakan langkah awal yang penting dalam mendorong pengembangan industri EdTech di Indonesia. Mari kita terus berkolaborasi dan berinovasi untuk menciptakan produk EdTech yang berkualitas dan bermanfaat bagi kemajuan pendidikan bangsa,” pesannya.
