Pembangunan pelabuhan sebagai simpul logistik nasional memegang peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta meningkatkan daya saing maritim Indonesia. Namun, upaya pengembangan pelabuhan nasional masih dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti keterbatasan anggaran, minimnya partisipasi sektor swasta, dan kurangnya sinkronisasi antara perencanaan teknis dengan kebutuhan riil di lapangan. Seiring dengan perkembangan kebijakan hilirisasi hasil riset dan inovasi, diperlukan kolaborasi konkret antara perguruan tinggi, industri, dan instansi pemerintah agar hasil penelitian tidak hanya berhenti pada publikasi, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata dan solusi aplikatif.
Menjawab tantangan tersebut, Universitas Negeri Malang melalui Direktorat Inovasi menyelenggarakan Workshop Hilirisasi Produk Inovatif Karya IPTEKS 2025 yang mengangkat tema pengembangan pelabuhan dan peluang riset aplikatif di bidang kepelabuhanan. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 15 Mei 2025, pukul 11.30 hingga 16.00 WIB di Graha Rektorat Lantai 4. Workshop ini merupakan bagian dari upaya strategis kampus dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri, serta menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan pembangunan pelabuhan di Indonesia.
Workshop ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam mengenai skema investasi pelabuhan serta tantangan terkini yang dihadapi, pedoman teknis penerapan konsep pelabuhan ramah lingkungan (ecoport), tahapan pembangunan pelabuhan dari perencanaan hingga konstruksi, potensi riset untuk menunjang efisiensi pelabuhan dari sisi teknis dan administratif, serta peluang hilirisasi hasil riset menjadi produk inovatif. Pelaksanaan dimulai dengan penyusunan rencana oleh Direktorat Inovasi UM, koordinasi internal, dan undangan kepada narasumber utama, Ir. Napoleon dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan. Materi workshop meliputi skema investasi, ecoport, dan tantangan pembangunan, serta dukungan teknis seperti audio visual dan dokumentasi.
Acara berlangsung dengan registrasi peserta, pembukaan oleh Direktur Inovasi UM, Prof. Dr. Nandang Mufti, yang menekankan pentingnya hilirisasi riset, kemudian penyampaian materi oleh Ir. Napoleon mengenai aspek strategis pengembangan pelabuhan di Indonesia. Diskusi interaktif membahas pengembangan prototipe riset, hambatan administratif ekspor, dan efisiensi energi pelabuhan, dengan narasumber merespons pertanyaan peserta. Kegiatan diakhiri dengan penutupan oleh Prof. Dr. Nandang Mufti yang berharap ada tindak lanjut kolaboratif dari workshop ini.
Secara umum, peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan memperoleh wawasan baru tentang strategi pengembangan pelabuhan serta potensi riset aplikatif. Mereka memahami berbagai bentuk investasi pelabuhan, prinsip ecoport, efisiensi energi, mitigasi perubahan iklim, serta peluang riset di bidang struktur pelabuhan dan sistem logistik. Rekomendasi yang dihasilkan meliputi identifikasi permasalahan lapangan untuk topik riset, penyusunan proposal kolaboratif, kemitraan strategis antara UM dan Ditjen Perhubungan Laut, serta pertemuan lanjutan pada Juni 2025. Workshop ini berhasil mempertemukan akademisi, praktisi, dan pemangku kebijakan untuk memperkuat sinergi riset dan kebutuhan industri kepelabuhanan nasional sebagai kontribusi nyata pembangunan bangsa.