Bandung – Universitas Negeri Malang (UM) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan sains, teknologi, dan inovasi di tingkat nasional dengan mengirimkan 18 ilmuwan terkemuka untuk menghadiri Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia 2025. Acara bergengsi ini akan digelar pada 7–9 Agustus 2025 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Institut Teknologi Bandung.

Dalam lampiran resmi surat undangan nomor 0138/C/TU.02.02/2025 tertanggal 31 Juli 2025, disebutkan daftar ilmuwan dari UM yang diundang secara khusus untuk berpartisipasi, antara lain:

  1. A.N. Afandi
  2. Ahmad Taufiq
  3. Aji Prasetya Wibawa
  4. Arif Hidayat
  5. Bagus Shandy Narmaditya
  6. Bambang Budi Wiyono
  7. Effendy
  8. Hadi Nur
  9. Herawati Susilo
  10. Markus Diantoro
  11. Nandang Mufti
  12. Nurul Hidayat
  13. Poppy Puspitasari
  14. Punaji Setyosari
  15. Saida Ulfa
  16. Siti Zubaidah
  17. Sumarmi
  18. Sunaryono

Di antara mereka, Prof. Dr. Nandang Mufti, S.Si, M.T., yang juga menjabat sebagai Direktur Inovasi UM, telah ditugaskan secara resmi melalui surat tugas nomor 4.8.6/UN32.III/TU/2025 untuk mewakili universitas dalam kegiatan tersebut.

KSTI 2025 mengusung tema “Sains dan Teknologi untuk Pertumbuhan & Pemerataan Ekonomi”, sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia untuk menjadikan sains dan teknologi sebagai pondasi transformasi ekonomi nasional. Acara ini akan dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia dan diikuti lebih dari 1.000 ilmuwan terkemuka dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga riset di Indonesia.

Selain pidato presiden, rangkaian acara meliputi kuliah umum dari peraih Nobel, keynote speech dari menteri dan ilmuwan dunia, diskusi panel lintas sektor, temu bisnis, serta pameran riset unggulan.

“Keikutsertaan 18 ilmuwan UM dalam KSTI 2025 menunjukkan bahwa kontribusi riset dan inovasi dari kampus ini diakui secara nasional. Ini juga momentum penting untuk memperluas jejaring dan kolaborasi riset yang berdampak pada pembangunan bangsa,” ujar perwakilan UM.

KSTI 2025 diharapkan menjadi ajang strategis untuk memperkuat ekosistem riset Indonesia dan mempercepat integrasi sains dan teknologi dalam kebijakan pembangunan nasional.